Search

Content

Wednesday, July 20, 2016

Jisatsu Circle, Ketika Bunuh Diri Memiliki Nilai Seni



Judul: Jisatsu Circle / Suicide Circle / 自殺サークル
Penulis: Usamaru Furuya
Genre: Psychological, Horror
Volume: 1 (selesai)
Chapter: 6
Negara: Jepang
Rilis: 20 Maret 2002

Jisatsu Circle adalah manga yang rilis beberapa hari setelah filmnya (Suicide Club). Awalnya, alur cerita pada manga ini akan dibuat sama dengan filmnya, namun Sion Sono, sang sutradara, meminta Usamaru Furuya (penulis manga Jisatsu Circle) untuk mengadaptasi ceritanya sendiri dimana versi Usamaru Furuya alurnya lebih simpel dan mudah dipahami.

Nah, bagi yang udah nonton filmnya dan suka, mungkin akan lebih seru lagi kalo baca manga nya. Karena manga nya pendek, gak bertele-tele. Kurang dari 1 jam juga selesai. Tapi disini kita gak bahas filmnya ya. Ok.

Sesuai judul, ketika bunuh diri memiliki nilai seni?

“Hmm, bukannya bunuh diri itu gak enak ya?”
Kata siapa gak enak? Emang udah pernah nyoba? Hehe.

Sinopsis



Jisatsu Circle
Jisatsu Circle

Jadi gini, kesan pertama yang dikasih manga ini sama seperti filmnya, ada kurang lebih 54 perempuan yang terlihat sangat gembira, cekakak-cekikik, dan memiliki tanda yang sama pada daun telinga.

Mereka berbondong-bondong datang ke stasiun kereta, lalu berdiri berjajar di pinggir batas jalur kereta sembari menggandeng tangan satu sama lain. Ketika kereta mulai sampai, mereka mulai berhitung ala-ala orang Jepang (ya iya lah!)
“Se~ no . . .”
Mereka berhitung dengan kompak layaknya idol grup yang sedang memberi salam pada para penggemar. Daaaan.. lompat! Kamu pasti tau mereka bakal kaya gimana.
“Mati dong?”
Mati atuh! Kecuali si tokoh utama, Saya Kota, dan si Saya Kabupaten, Saya Kecamatan, Saya Kelurahan. Entah kenapa, hanya dia seorang yang tetap hidup sementara 53 orang lainnya tewas mengenaskan, gore banget!

Saya Kota
Saya Kota

Lalu, si Saya Kota lanjut membuat Suicide Club, karena ketua Suicide Club-nya, Mitsuko, tewas.
 “Oh, jadi yang 54 perempuan itu anggota Suicide Club?”
Yap. Saya Kota membuat Suicide Club baru dan menjadi the next Mitsuko. Sahabatnya, Kyoko, mencoba mencegah dan menyelidiki kegiatan Saya Kota dan Suicide Club-nya.

Kyoko
Kyoko

Review



Sip! Cukup sinopsisnya. Pokoknya kamu bakal disuguhkan visual yang keren dari Usamaru Furuya, apalagi bagi penyuka gore. Horror-nya ada, psychological-nya banyak! Karena si Saya Kota itu seorang psikopat, maka manga ini tidak dianjurkan untuk anak dibawah umur (R18+).

Tapi, dibalik ke-psikopat-an Saya Kota, manga ini berisi kata-kata yang menurutku filosofis walaupun gila, mulai dari alasan mengapa Suicide Club didirikan, mengapa Saya Kota ingin mati dan menyayat kedua lengannya sendiri tanpa henti.

Saya Kota Slicing
Saya(t) Kota

Ceritanya yang gila dan ending yang mind-blowing, membuatku berpikir,
“Anjing edan, ini karakter dibikin bunuh diri sambil tersenyum"
Manga ini aku rekomendasikan bagi penyuka visual gore, penyuka orang gila, eh, penyuka cerita psikopat, dan bagi kamu pecinta seni, bolehlah dibaca, manga ini mengandung filosofi yang keren dan gak se-linu filmnya kok.

Buat kamu sudah baca manga nya, atau sudah nonton filmnya, gimana menurut kalian? Ikut review di kolom komentar juga boleh. Yang belum baca juga tetep boleh komentar kok.

Akhir kata,
Saya Kota is smiling.

Rating: 4/5

 




Powered by Blogger.

Translate